Selasa, 27 Oktober 2015
Terakhir
Mengisi ruang kosong yang ber-ruang hampa
Hampa, tak ada seorangpun
Kau mungkin suatu saat akan masuk ke ruang hampa ini
Kau mungkin menjadi pengisi terakhir
Semoga saja bukan sekedar kata mungkin
Senin, 19 Oktober 2015
Aku Punya Hati
Tertulis di atas kertas tinta hitam
Tapi dia tak pantas membuatku seperti sampah
Aku masih punya hati
Aku bukan seperti kertas
Hati ku bukan terbuat dari kertas
Yang bisa kau remas-remas semaumu
Jumat, 16 Oktober 2015
Rangkaian Kata
Siapa dia ? dimana dia ?
Dia begitu bersajak
Rangkaian kata mudah baginya
Membuat siapapun orang melihatnya akan kagum
Aku menyuruhmu jujur "Siapa bersajak itu?"
Katamu "Tak seru jika aku tahu"
Dan kini kau tahu melalui hal publik, tahu sendiri
Tanpa dia jujur
Terus kini kau mau apa setelah ini tahu?
Kembali awal,
ketidaktahuan. Kepura-puraa.
Mungkin Aku Salah
Mungkin aku salah
Perkataan ku sebelumnya mengganggumu
Aku bercerita
Kau tak suka ceritaku ini
Mungkin aku salah
Aku membuat kesalahan terdahulu yg pedih
Mungkin aku salah
Rintihan air matamu mengisyaratkan
Mungkin aku salah
Ah sudahlah, aku selalu salah..
Mungkin Aku Salah
Mungkin aku salah
Perkataan ku sebelumnya mengganggumu
Aku bercerita
Kau tak suka ceritaku ini
Mungkin aku salah
Aku membuat kesalahan terdahulu yg pedih
Mungkin aku salah
Rintihan air matamu mengisyaratkan
Mungkin aku salah
Ah sudahlah, aku selalu salah..
Botol
Lonjong, bentukmu
Menolong orang, pastinya
Seteguk saja cukup
Tetes demi tetes di leher
Wujud mengisyaratkan segar kehidupan
Putih warna air seperti kesucian
Rabu, 14 Oktober 2015
Benci yang kau utarakan
Ku tak mengerti apa yang kau utarakan
Aku tak paham apapun itu
Tiba-tiba kau mengatakan itu
Kau mengatakan "aku melihatnya dengan yg lain"
Aku awalnya tak apa sampai rintihan air mata ini jatuh
Tapi hatipun "tak penting memberi air mata ini untuknya, tak guna"
Air mata ini lebih berharga dari kau
Selamat atas kebahagianmu saat ini
Semoga tak berakhir seperti ku, dia